Siapa yang menduga, butiran jagung dapat membawa berkah bagi kehidupan masyarakat petani bahkan daerah Gorontalo dikenal dunia Internasionaal melalui butiran jagungnya. Daerah tetangga kita saja tidak percaya sebut saja Sulut, Sulsel terhadap keberhasilan-keberhasilan yang dicapai Gorontalo. Hal ini terungkap ketika seorang pengusaha exportir yang mengirim jagungnya melalui pelabuhan makassar, ternyata setelah sampai di Negara tujuan Korea tertolak, karena tidak berlabel Gorontalo, walaupun pada akhirnya diterima dengan harga yang sangat dibawah. Awalnya si exportir tadi mengadakan nego dengan exportir Gorontalo untuk mohon bantuan kiranya Gorontalo dapat memberikan rekomendasi bahwa seolah-olah jagung tersebut adalah jagung Gorontalo, namun pihak Gorontalo tidak dapat membantu, karena hal ini akan berdampak kepada jatuhnya kualitas jagung Gorontalo dimata Internasional. Itulah sekelumit contoh geliat Gorontalo dimata para exportir jagung. Mudah-mudahan hal ini akan membukakan mata kita, semangat kita untuk melakukan yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebagaimana visi; Gorontalo inovatif, membuat mimpi jadi kenyataan (make a dream becomes true). Dibalik cerita tadi, kiranya pihak Gorontalo sesegera mungkin mengurus SNI yang berlabel jagung Gorontalo, supaya tidak disalah gunakan oleh orang-orang yang mencari keuntungan untuk mengatasnamakan product Gorontalo.
Kini.. Gorontalo sekarang berbeda dengan Gorontalo sebelum menjadi daerah otonom yang pisah dari induknya Sulut. Dengan jiwa entrepreneurnya yang sudah mulai tertanam dan merasuk kedalam jiwa masyarakat, pelan tapi pasti jiwa ini akan mengakar terus, karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya tetap menjadi nilai yang terus berkembang dan akan dilestarikan, sebagaimana kata tetua kita ” Lo iya lo Tauwa, Tauwa Lo loiya”, bahwa pesan yang disampaikan oleh Pemimpin kita, merupakan pesan yang tertinggi nilainya. Sebaliknya bila pemimpin berkata bohong, maka sampaikan kapanpun masyarakat tidak akan percaya, untuk itu bila jadi pemimpin berhati-hatilah mengeluarkan kata.
Duet Pemerintahan Fadel Muhammad – Gusnar Ismail (FM-GI) karena wujud konsitensi atas ucapan mereka berdua, fokus dan berpegang teguh pada prinsip serta punya komitmen tinggi, merupakan modal utama yang dipegang kedua figur ini dalam memajukan daerah. Dan hal ini telah dibuktikan melalui karya-karya nyata, bahkan telah membawa banyak perubahan untuk masyarakat dan daerahnya, Alhamdulillah semua itu sudah ada hasilnya.
Tuesday, June 03, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment