Sunday, December 25, 2005

My Profile


Nama saya Sujarno Abdul Hamid berdarah Jaton - Gorontalo dan dilahirkan di Gorontalo tepatnya di Kelurahan Yosonegoro pada Jumat Kliwon, tanggal 26 Desember 1958, anak ke 7 dari 9 bersaudara. Saya telah dikarunia 4 0rang puteri dari hasil pernikahan saya dengan seorang mantan pacar bernama Herlina Katili yang berdarah Gorontalo pula. Hobbyku selain catur juga membaca apa saja, and selamanya nongkrong didepan computer. Terhadap hobby yang satu ini, keempat puteriku mulai dari si sulung sampai si bungsu (Nur'ain) yang masih TK senang mengoperasikan computer. Pekerjaan saya seorang PNS yang penghasilannya pas2anlah, yang pasti bisa untuk menghidupi keluarga dan membiayai sekolah mereka. Bagi saya keluarga yang utama apalagi keempat puteri saya, mereka adalah amanah Allah yang dititipkan kepada saya. Oleh karena itu saya berusaha untuk membina akhlak dan budi pekertinya, mendidik dan menyekolahkan mereka sampai berhasil...

Artikel

EMPAT BUAH BINTANG YANG MENJADI PEDOMAN MASYARAKAT GORONTALO DALAM SETIAP MEMULAI PEKERJAAN BERTANI (HAMBUR DAN TANAM)
Oleh: Sujarno Abdul Hamid
Bintang merupakan benda angkasa ciptaan Allah yang dapat bersinar memberikan cahaya pada malam hari. Bahkan bintang-bintang dilangit inipun menjadi pedoman bagi para Kapten Kapal, maupun para pelaut dan nelayan dalam menelusuri lautan lepas. Di Gorontalo ada empat buah bintang yang dikenal masyarakat untuk menjadi pedoman mereka dalam memulai suatu pekerjaan bertani yakni pada saat hambur (semai) padi maupun tanam padi atau palawija. Adapun nama-nama bintang tersebut adalah Totokiya, Tadata, Otoluwa, MaluO, dan keempat bintang ini dapat dilihat pada waktu jam 06.00 dan jam 18.00 waktu setempat. Dibawah ini dapat digambarkan bintang-bintang tersebut yang dilihat dari aspek peredarannya, makna dan arti bintang itu beserta penjelasannya, dan bagaimana kaitannya dengan musim penghujan serta waktu-waktu yang dapat dipilih untuk memulai bertani.

I. Arti Bintang:
1. Totokiya ( Bintang Raja atau Altair ), Banyaknya 3 (tiga) biji.
2. Tadata (Tutupito) Yakni Bintang Tujuh (Alderan), Banyaknya 7 (Tujuh) Biji.
3. Otoluwa ( Bintang enam atau Twelingen ) Banyaknya 6 (enam) Biji.
4. Maluo (Bintang Ayam atau Kref ) Banyaknya 3 (tiga) Biji.

II. Peredaran Bintang:
Dilihat Pada Jam 06.00
1. TOTOKIYA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 16 Jan), lengga-lenggango (23 Jan), tobinggungo (10 April), Totau (16 April), Maloilingo (23 April), Lani-lani topaladu (10 Juli dan Nata-natahu (16 Juli).
2. TADATA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 10 Mei), lengga-lenggango (17 Mei), tobinggungo (3 Agustus), Totau (10 Agustus), Maloilingo (16 Agusutus), Lani-lani topaladu (3 Nopember) dan Nata-natahu (10 Nopember).
3. OTOLUWA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 16 Juni), lengga-lenggango (23 Juni), tobinggungo (10 Sept.), Totau (16 Sept.), Maloilingo (23 Sept), Lani-lani topaladu (10 Desember) dan Nata-natahu (16 Desember).
4. MALUO, pada posisi bintang butu-butu (tgl 8 Juli), lengga-lenggango (16 Juli), tobinggungo (3 Okt), Totau (10 Okt), Maloilingo (16 Okt), Lani-lani topaladu (1 Jan) dan Nata-natahu (8 Jan).

Dilihat Pada Jam 18.00
1. TOTOKIYA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 16 Juli), lengga-lenggango (23 Juli), tobinggungo (10 Okt), Totau (16 Okt), Maloilingo (23 Okt), Lani-lani topaladu (10 Jan dan Nata-natahu (16 Jan).
2. TADATA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 10 Nop), lengga-lenggango (16 Nop), tobinggungo (3 Feb), Totau (10 Feb), Maloilingo (16 Feb), Lani-lani topaladu (3 Mei) dan Nata-natahu (10 Mei).
3. OTOLUWA, pada posisi bintang butu-butu (tgl 16 Des), lengga-lenggango (23 Des), tobinggungo (10 Maret), Totau (16 Maret), Maloilingo (23 Maret), Lani-lani topaladu (10 Juni) dan Nata-natahu (16 Juni).
4. MALUO, pada posisi bintang butu-butu (tgl 8 Jan), lengga-lenggango (23 Jan), tobinggungo (3 April), Totau (10 April), Maloilingo (16 April), Lani-lani topaladu (1 Juli) dan Nata-natahu (8 Juli).

III. Penjelasan Peredaran Bintang:
1. Butu-butu (Bintang sementara Terbit): Pada saat ini petani-petani belum dapat memulai/melaksanakan pekerjaan/kegiatan usahatani misalnya menghambur bibit atau menanam, kecuali sebelum bintang itu terbit, itulah terakhir petani menanam (Misalnya Totokiya 16 s/d 23 Juli).
2. Lengga-lenggango (Bintang sementara naik kira-kira setinggi matahari Jam 08 – 09), Pada saat ini petani-petani mulai menanam atau melaksanakan pekerjaan bertani (Misalnya Totokiya Tanggal 23 Juli s/d Agustus).
3. Tobinggungo ( Posisi bintang berada dibahu diperkirakan setinggi matahari Jam 11.00 tengah hari): Pada saat ini ada baiknya untuk menanam, tapi hanya dalam waktu yang singkat.
4. TotaU (Posisi bintang berada diatas kepala diperkirakan setinggi matahari Jam 12.00 tengah hari ) : Penanaman hanya berlaku untuk Kepala-kepala dari Agama dan Raja (Pamong Praja). Rakyat biasa jarang sekali menanamnya, tetapi kalau Rakyat mencoba memaksa menanam, maka tanaman tersebut diniatkan atas nama Raja. (Misalnya bintang Totokiya tanggal 16 Oktober).
5. Maloilingo (Posisi bintang diperkirakan setinggi matahari Jam 01.00 – 02.00 Tengah hari): Pada waktu ini penanaman baik untuk umum, (Misalnya Bintang Totokiya mulai tanggal 23 Oktober s/d 8 Nopember).
6. Lani-lani Topaladu (Posisi bintang diperkirakan setinggi Jam 16.00 – 17.00 sore hari) : Pada saat ini hujan sudah mulai turun hanya setempat-tempat (lokal), dan baik pula untuk melaksanakan penanaman dilahan kering, tapi hanya dalam waktu yang singkat sebelum bintang tersebut akan terbit diufuk timur (Misalnya Bintang Totokiya tanggal 9 Januari akan berakhir penanaman).
7. Nata-natahu (Bintang sementara terbenam) : Pada saat ini ditandai hujan akan banyak, kurang sekali petani-petani menanam dikebun tanahnya rata, kecuali orang seorang saja, yakni pada lahan-lahan berbukit.

IV. Penentuan Waktu Hujan/Turun Hujan:
Ada beberapa hal yang menjadi dasar perhitungan / peramalan yang bersifat Tradisionil dari kebiasaan dan Pengalaman-pengalaman petani sebagai berikut :
1. Berdasarkan setiap pergeseran bintang yang mengacu pada penanggalan masehi.(yang telah diuraikan diatas).
2. Berdasarkan tingkatan hari panas (tidak ada hujan) atau dalam bahasa Gorontalo Tilinggaliyo. Tingkatan dimaksud adalah (3, 7, 14, 21, 40, 120, 160, 200) hari.
3. Mengacu pada kombinasi/perpaduan beberapa perhitungan yakni point 1) & 2) yang selanjutnya disesuaikan dan bertepatan dengan penanggalan bulan dilangit atau penanggalan hijriyah sbb: ( 2, 4, 8, 12, 16, 18, 22, 26, 28 dan 30 ).
4. Berdasarkan ingatan dan pengalaman-pengalaman petani.
5. Semuanya diserahkan kepada yang maha kuasa, karena kita semua adalah mahluk ciptaannya, hanya dapat membaca tanda-tanda untuk menjadi pedoman bagi mahluk ciptaaNYA.

V. Pembagian Musim Tanam (Menurut Penamaan Gorontalo dan yang digunakan secara Nasional):
a. Rendengan, terdiri dari :
Tauwa = (MH I) Yakni Periode Ok. – Des. , Waktu Tanam yang dianjurkan/diharapkan pada tanggal 21 Oktober s/d 8 Nopember.
Tualanga Sore = (MH II) Yakni Periode Januari – Maret, Waktu tanam yang dianjurkan/diharapkan pada antara tanggal 23 Februari s/d 16 Maret (Tadata/Otoluwa) dan 23 Maret s/d 8 April (Otoluwa/Maluo).
b. MT. Gaduh , terdiri dari :
Hulita/Pobole = (MK I) Yakni Periode April – Juni, Waktu tanam yang dianjurkan/ diharapkan yakni pada tanggal 21 April s/d 6 Mei.
Tualanga Pagi = (MK II) Yakni Periode Juli – September, Waktu tanam yang dianjurkan / diharapkan yakni antara tanggal 23 Agustus s/d 16 September (Tadata/Otoluwa) dan antara tanggal23 September s/d 8 Oktober (Otoluwa/Maluo).

VI. Waktu yang boleh dipilih untuk memulai pekerjaan bertani:
1. Tgl 23 Sept s/d 6 Oktber : Menghambur bibit Padi, Tanam Padi Ladang (Gogo/Gora).
2. Tgl 21 Okt. s/d 8 Nop.: Tanam Padi / Jagung (TAUWA)
3. Tgl 23 Nop. s/d 14 Des.: Menghambur bibit Padi.
4. Tgl 23 Des. s/d 6 Jan.: Tanam Padi / Jagung.
5. Tgl 23 Jan. s/d 8 Feb.: Menghambur bibit Padi.
6. Tgl 23 Feb. s/d 14 Maret: Tanam Padi / Jagung.
7. Tgl 23 Maret s/d 6 April: Menghambur bibit Padi.
8. Tgl 23 April s/d 8 Mei : Tanam Padi / Jagung .(HULITA)
9. Tgl 23 Mei s/d 14 Juni : Menghambur bibit Padi.
10. Tgl 23 Juni s/d 6 Juli : Tanam Padi / Jagung.
11. Tgl 23 Juli s/d 8 Agust. : Menghambur bibit Padi.
12. Tgl 23 Agustus s/d 14 September : Tanam Padi / Jagung.

VII. Penutup
Demikianlah gambaran empat buah bintang yang menjadi pedoman masyarakat Gorontalo dalam memulai pekerjaan bertani (saat hambur dan tanam), yang hanya didasarkan atas pengalaman dan kebiasaan. Semoga tulisan ini menjadi bahan kajian ilmiah, sekaligus mohon masukan komentar dari pembaca sebagai bahan sharing untuk penyempurnaannya.


Sumber : Hasil Wawancara dengan para Panggoba serta Pengalaman Masyarakat Tani di Daerah Gorontalo